Rabu, 01 Desember 2010

TENTANG JOOMLA

Haloo..apa yang kalian pikirkan tentang joomla???
Joomla adalah Content Management System yang dipilih karena ia mudah dipahami, dokumentasi yang baik, dukungan komunitas pengguna dan pengembang yang aktif bersama-sama memberikan bantuan dan untuk semua kesulitan, modul-modul tambahan yang relatif lengkap, serta kemudahan implementasi karena hampir semua hosting server mempunyai syarat minimum untuk menjalankannya.
Apa yang ada di dalam pikiran Anda ketika anda melihat web seperti detik.com, kompas.com, dan astaga.com? Anda pasti bertanya bagaimana cara membuatnya. Lebih-lebih bagaimana cara memperbaharui isi web itu setiap hari. Mungkin dalam pikiran Anda pengelola web seperti itu memperbaharui web mereka dengan cara melakukan upload file ke web. Cara ini mungkin dilakukan tetapi tidak efisien.
Web seperti detik.com, kompas.com dan astaga.com merupakan contoh dari web yang berbasis content (isi). Isi web tersebut dapat berupa berita, informasi, artikel, opini, dan lain-lain. Web yang berbasis isi biasa menggunakan aplikasi web yang bernama CMS atau Content Management System.
Dengan menggunakan CMS pengelola web tidak perlu melakukan upload file setiap ada penambahan atau perubahaan isi web. Mereka cukup menjalankan aplikasi web mereka untuk melakukan penambahan atau perubahan.
Joomla yang dibahas di sini merupakan salah satu aplikasi opensource CMS berbasis web yang paling mudah digunakan. Dengan menggunakan Joomla kita bisa membuat web site yang berbasis isi seperti detik.com dan kompas.com.

Apa Itu Opensource?

Anda mungkin bertanya apa itu opensource seperti yang tertera di judul artikel ini. Opensource merupakan istilah dunia komputer yang berarti kode sumber aplikasi dapat diakses, dilihat dan dimodifikasi oleh umum sesuai dengan aturan yang ditentukan.
Opensource tidak selalu berarti gratis. Ada kala Anda perlu membayar untuk dapat tetap menggunakan aplikasi opensource jika Anda telah mencapai suatu titik yang telah disetujui dalam aturan yang telah ditentukan. Untuk menggunakan Joomla Anda tidak perlu membayar sepeser pun. Joomla gratis!

Sejarah Singkat Joomla

Mungkin ada yang sudah mengetahui mengenai CMS Mambo Opensource. Nah, Joomla ini adalah kembarannya. Kode aplikasi yang digunakan Joomla sama dengan yang digunakan Mambo. Bahkan pengembangnya juga dari Mambo dan sekarang fokus di Joomla Mereka membentuk Joomla karena mereka percaya dengan prinsip bahwa Joomla tetap harus fokus sebagai aplikasi opensource dan tidak ingin terkontaminasi oleh hal yang berbau komersial. Nama Joomla sendiri diambil dari bunyi kata “Jumla� yang berasal dari bahasa Swahili yang berarti “all together� atau “as a whole� atau “bersama-sama�.

Fitur Joomla

Joomla mempunyai banyak fitur dan dapat ditambah. Di bawah ini adalah fitur-fitur standar dari instalasi Joomla.
  • Archive Manager
  • Banner Manager
  • Category Manager
  • Contact Manager
  • Content Items Manager
  • Control Panel
  • Frontpage Manager
  • Global Check-in
  • Global Configuration
  • Install/Uninstall
  • Language Manager
  • Mambot Manager
  • Mass Mail Users
  • Media Manager
  • Menu Manager
  • Module Manager
  • Module Positions
  • News Feeds Manager
  • Poll Manager
  • Search Engine Text
  • Section Manager
  • Static Content Manager
  • Syndication
  • Template Manager
  • Trash Manager
  • User Manager
  • Web Link Manager
 Link-Link Joomla
  1. Joomla.org , web utama Joomla Di sana anda dapat mengakses berita-berita terbaru mengenai Joomla dan mendownload aplikasi Joomla
  2. Forum.Joomla.org , forum komunitas pengguna Joomla Kalau Anda memiliki pertanyaan atau kesulitan dalam menggunakan Joomla Anda dapat menanyakannya ke forum itu.
  3. Developer.Joomla.org , web yang menyediakan manajemen proyek yang bersangkutan dengan Joomla Di sini juga Anda dapat men-download projek-projek Joomla.
Sumber : http://www.id-joomla.com
READ MORE - TENTANG JOOMLA

Minggu, 28 November 2010

MEMBUAT VPN SERVER

Sekarang ini banyak sekali yang bisa dipergunakan untuk membuat sebuah vpn server dari mulai yang langsung berupa hardware sampai yang hanya berupa aplikasi, dari yang harganya mahal sampai yang gratisan.
OpenVPN adalah salah satu aplikasi VPN gratis (opensource) yang cukup bisa diandalkan. Beberapa sumber mengatakan OpenVPN bukan lah yang teraman tetapi apabila data yang harus ditransfer antara dua network atau lebih tidak terlalu sensitif sepertinya OpenVPN lebih dari cukup apalagi OpenVPN juga sangat gampang untuk diinstall.

Disini saya hanya akan bercerita tentang langkah installasi OpenVPN di FreeBSD. Walaupun mungkin bisa saja beberapa trik nya dipergunakan di Linux atau *nix like OS lainnya.
Ok daripada lama bercerita mari kita mulai saja.
Pertama OpenVPN pada FreeBSD bisa ditemui pada folder /usr/ports/security/openvpn, library yang diperlukan biasanya lzo lib tetapi berhubung saya menginstallnya lewat ports maka seluruh dependensi secara otomatis akan diinstalkan.
Untuk installasi silahkan ikuti langkah berikut (Semua dilakukan oleh root)
cd /usr/ports/security/openvpn
make config
make build
make install clean
Langkah diatas dilakukan supaya anda punya kesempatan untuk melihat apa yang terjadi pada setiap langkah. Sebenarnya bisa saja anda change directory dan langsung mengetikan make install clean.
Setelah beres proses installasi dan tidak ada error yang berarti, selanjutnya masukan baris berikut ke file /etc/rc.conf dengan menggunakan text editor kesayangan anda.
openvpn_enable="YES"
Sekarang kita akan membuat config file yang akan diletakan di folder /usr/local/etc/openvpn kalau folder tersebut belum ada silahkan buat terlebih dahulu dengan perintah
mkdir /usr/local/etc/openvpn 
Kemudian silahkan pindah ke folder tersebut dan mulai buat file openvpn.conf dengan text editor kesayangan anda.
cd /usr/local/etc/openvpn
pico openvpn.conf
sekarang silahkan masukan contoh config berikut ini.
# Specify device
dev tun 

# # Server dan client IP Pool
server 10.8.0.0 255.255.255.0
ifconfig-pool-persist ipp.txt 

# Certificates untuk VPN Authentication
ca /usr/local/etc/openvpn/keys/ca.crt
cert /usr/local/etc/openvpn/keys/server.crt
key /usr/local/etc/openvpn/keys/server.key
dh /usr/local/etc/openvpn/keys/dh1024.pem 

# Routes untuk client
push "route 192.168.0.0 255.255.255.0"
# compression VPN link
comp-lzo 

keepalive 10 60
ping-timer-rem
persist-tun
persist-key 

# Run OpenVPN sebagai daemon dan drop privileges ke user/group nobody user nobody
group nobody
daemon
Simpan file diatas dan kita lanjutkan dengan cerificates. Copy script untuk membuat certificates dari folder /usr/local/share/doc/openvpn dengan cara seperti berikut ini (contoh dicopy kan ke folder /home/giest silahkan diganti dengan user anda).
cp -r /usr/local/share/doc/openvpn/easy-rsa /home/giest/
cd /home/giest/easy-rsa
Setelah berhasil mengcopy script easy-rsa selanjutnya silahkan adan edit file vars dengan editor kesayangan anda dan sesuaikan dengan keperluan (tanpa dieditpun tidak masalah hanya nanti anda akan diberikan beberapa pertanyaan yang berulang-ulang). Berikut ini contoh bagian yang harus anda edit.
export KEY_COUNTRY=ID
export KEY_PROVINCE="WEST JAVA"
export KEY_CITY=BANDUNG
export KEY_ORG="GIEST-VPN"
export KEY_EMAIL="admin@giest.org" 
Kemudian kita pindah dari shell default FreeBSD (biasanya tcsh) ke sh atau bash terlebih dahulu. Apabila anda tidak berpindah shell saya jamin anda tidak akan berhasil membuat certificates untuk openvpn.
Untuk berpindah ke sh atau bash silahkan ketik command berikut.
sh
Setelah anda berpindah shell ikuti langkah-langkah berikut ini.
. vars
NOTE: when you run ./clean-all, I will be doing a rm -rf on /usr/home/Giest/easy-rsa/keys
./clean-all
./build-ca
Generating a 1024 bit RSA private key
....................................++++++
..............++++++
writing new private key to 'ca.key'
-----
You are about to be asked to enter information that will be incorporated
into your certificate request.
What you are about to enter is what is called a Distinguished Name or a DN.
There are quite a few fields but you can leave some blank
For some fields there will be a default value,
If you enter '.', the field will be left blank.
-----
Country Name (2 letter code) [ID]:
State or Province Name (full name) [WEST JAVA]:
Locality Name (eg, city) [BANDUNG]:
Organization Name (eg, company) [GIEST-VPN]:
Organizational Unit Name (eg, section) []:
Common Name (eg, your name or your server's hostname) []:
Email Address [admin@giest.org]:  
Ok seperti yang anda lihat anda diharuskan menjawab beberapa pertanyaan, tetapi karena sebelumnya saya sudah edit file vars maka saya bisa langsung menekan enter untuk mempergunakan jawaban default.
Selanjutnya adalah build certificate dan key ikuti langkah-langkah berikut ini
./build-key-server server
Generating a 1024 bit RSA private key
..........++++++
..................................................++++++
writing new private key to 'server.key'
-----
You are about to be asked to enter information that will be incorporated
into your certificate request.
What you are about to enter is what is called a Distinguished Name or a DN.
There are quite a few fields but you can leave some blank
For some fields there will be a default value,
If you enter '.', the field will be left blank.
-----
Country Name (2 letter code) [ID]:
State or Province Name (full name) [WEST JAVA]:
Locality Name (eg, city) [BANDUNG]:
Organization Name (eg, company) [GIEST-VPN]:
Organizational Unit Name (eg, section) []:
Common Name (eg, your name or your server's hostname) []:SERVER
Email Address [admin@giest.org]: 

Please enter the following 'extra' attributes
to be sent with your certificate request
A challenge password []:123456
An optional company name []:PASUNDAN
Using configuration from /usr/home/Giest/easy-rsa/openssl.cnf
Check that the request matches the signature
Signature ok
The Subject's Distinguished Name is as follows
countryName               :P RINTABLE:'ID'
stateOrProvinceName   :P RINTABLE:'WEST JAVA'
localityName                :P RINTABLE:'BANDUNG'
organizationName      :P RINTABLE:'GIEST-VPN'
commonName            :P RINTABLE:'SERVER'
emailAddress             :IA5STRING:'admin@giest.org'
Certificate is to be certified until Jun 26 10:04:29 2017 GMT (3650 days)
Sign the certificate? [y/n]:y 

1 out of 1 certificate requests certified, commit? [y/n]y
Write out database with 1 new entries
Data Base Updated  
Tuh kan kalo kita gak edit file vars kita harus jawab pertanyaan tersebut sekali lagi :D . sekrang kita akan build certificate dan key untuk digunakan oleh client. Dicontoh ini saya akan membuat certificate untuk 2 client saja. kalau anda memiliki lebih dari dua client silahkan disesuaikan.
./build-key client1
Generating a 1024 bit RSA private key
.........++++++
....................................++++++
writing new private key to 'client1.key'
-----
You are about to be asked to enter information that will be incorporated
into your certificate request.
What you are about to enter is what is called a Distinguished Name or a DN.
There are quite a few fields but you can leave some blank
For some fields there will be a default value,
If you enter '.', the field will be left blank.
-----
Country Name (2 letter code) [ID]:
State or Province Name (full name) [WEST JAVA]:
Locality Name (eg, city) [BANDUNG]:
Organization Name (eg, company) [GIEST-VPN]:
Organizational Unit Name (eg, section) []:
Common Name (eg, your name or your server's hostname) []:CLIENT1
Email Address [admin@giest.org]: 

Please enter the following 'extra' attributes
to be sent with your certificate request
A challenge password []:123456
An optional company name []:PASUNDAN
Using configuration from /usr/home/Giest/easy-rsa/openssl.cnf
DEBUG[load_index]: unique_subject = "yes"
Check that the request matches the signature
Signature ok
The Subject's Distinguished Name is as follows
countryName           :P RINTABLE:'ID'
stateOrProvinceName   :P RINTABLE:'WEST JAVA'
localityName          :P RINTABLE:'BANDUNG'
organizationName      :P RINTABLE:'GIEST-VPN'
commonName            :P RINTABLE:'CLIENT1'
emailAddress          :IA5STRING:'admin@giest.org'
Certificate is to be certified until Jun 26 10:10:43 2017 GMT (3650 days)
Sign the certificate? [y/n]:y 

1 out of 1 certificate requests certified, commit? [y/n]y
Write out database with 1 new entries
Data Base Updated  
Untuk client2 silahkan ketikan
./build-key client2 
yang harus anda ganti hanya bagian
[source]Common Name (eg, your name or your server’s hostname) []:CLIENT2[/source]
Apabila anda tidak melakukan perubahan disini maka certificates dan key untuk client ke dua tidak akan terbentuk.
Selanjutnya kita build dh parameter dengan perintah seperti berikut
1. # ./build-dh
  2. Generating DH parameters, 1024 bit long safe prime, generator 2
  3. This is going to take a long time
  4. ......................................................................................+.................+.................+..........................................................................................................................................+..+.....................................................................................+...........................................................+..............................+...............................................+..........................................+...........+..............+...........................................++*++*++*  
ok sekarang proses pembuatan key sudah selesai sekarang langsung saja anda keluar kembali ke shell default anda dengan perintah exit
Sekarang copy kan folder keys ke /usr/local/etc/openvpn dengan perintah
cp -r keys /usr/local/etc/openvpn/ 
Sebelum kita mulai menjalankan openvpn server kita siapkan dulu file untuk log. Silahkan edit file /etc/syslog.conf dan tambahkan baris berikut ini pada bagian bawah file syslog.conf.
!openvpn
.* /var/log/openvpn.log
kemudian buat file openvpn.log dan restart syslog ny
touch /var/log/openvpn.log
killall -HUP syslogd 
Sekarang kita load dulu module tun/tap supaya nanti device tun bisa muncul.
kldload if_tun
kldload if_tap
kalau anda menemukan error kldload: can’t load if_tun: File exists berarti tun dan atau tap sudah ter load jadi jangan khawatir.
Supaya tun dan tap ter load setiap kali boot silahkan edit file /boot/default/loader.conf kemudian cari baris berikut dan rubah menjadi YES
if_tap_load="YES"               # Ethernet tunnel software network interface
if_tun_load="YES"               # Tunnel driver (user process ppp)  
Ok lengkap lah sudah sekarang kita siap untuk menjalankan OpenVPN server untuk pertama kali. Untuk menjalankan OpenVPN silahkan ketikan perintah berikut ini.
/usr/local/etc/rc.d/openvpn start  
Selanjutnya kita cek apakah semuanya sudah siap atau belum pertama kita cek tun device dengan perintah ifconfig
tun0: flags=8051 mtu 1500
inet 10.8.0.1 --> 10.8.0.2 netmask 0xffffffff
Opened by PID 10147
Kalau anda sudah melihat tampilan seperti diatas berarti OpenVPN server anda sudah sukses jalan.
Sekarang tinggal kita tambahkan rules berikut untuk pf.conf anda (maaf yang pake ipfw cari sendiri ya :D )
# VPN Interface
vpn_if="tun0" 

# VPN Network
vpn_network="10.8.0.0/24" 

# NAT VPN connections
nat on $ext_if from $vpn_network to any -> ($ext_if) 

# VPN connections inbound
pass in on $ext_if proto udp from any to port 1194 keep state
pass quick on $vpn_if 
 
 
READ MORE - MEMBUAT VPN SERVER

Rabu, 24 November 2010

TENTANG CHIPSET


Tentang Chipset
Chipset adalah nama yang diberikan kepada sekumpulan chip (karena itu dinamakan chipset) yang digunakan pada motherboard.
Pada PC generasi awal, motherboard menggunakan bermacam-macam integrated circuits. Jadi memerlukan banyak chip untuk membuat rangkaian yang diperlukan agar komputer dapat bekerja. Pada gambar 1 di bawah ini, Anda bisa melihat gambar motherboard dari PC XT.
 gambar 1: motherboard PC XT

Setelah beberapa lama perusahaan pabrikan chip mulai mengintegrasikan beberapa chip ke dalam chip yang lebih besar. Jadi, daripada menggunakan banyak chip kecil, sekarang sebuah motherboard dapat menggunakan setengah lusin chip yang lebih besar.
Pengintegrasian terus berlanjut dan sekitar pertengahan 1990-an motherboard menggunakan hanya dua atau bahkan 1 chip besar. Pada gambar 2 bisa Anda lihat motherboard 486 kira-kira tahun 1995 menggunakan dua chip besar dengan seluruh fungsi yang diperlukan untuk menggerakkan motherboard.
 Gambar 2: motherboard 486, model ini hanya menggunakan dua chip besar.

Dengan keluarnya PCI bus, sebuah konsep baru, yang masih digunakan hingga kini, dapat digunakan untuk pertama kali: penggunaan bridge. Biasanya motherboard memiliki dua chip besar: north bridge dan south bridge. Terkadang ada beberapa pabrikan chip yang menggabungkan antara north bridge dan south bridge ke dalam satu chip saja; Dalam hal ini, motherboard hanya akan memiliki satu integrated circuit besar.
Dengan penggunaan bridges chipsets dapat dengan mudah distandardisasikan.
Chipsets dapat dibuat oleh beberapa perusahaan, seperti ULi (nama baru untuk ALi), Intel, VIA, SiS, ATI dan NVIDIA. Pada masa lalu ada UMC dan OPTi.
Permasalahan umumnya adalah untuk menggabungkan chipset dari pabrikan dengan motherboard dari pabrikan. Sebagai contoh, sebuah motherboard menggunakan sebuah chipset yang dibuat oleh Intel, maka bukan berarti Intel yang membuat board-nya. ASUS, ECS, Gigabyte, MSI, DFI, Chaintech, PCChips, Shuttle dan juga Intel adalah contoh beberapa pabrikan motherboard yang hadir di pasaran. Jadi pabrikan motherboard membeli chipset dari pabrikan chipset dan membangunnya. Sebenarnya ada aspek yang sangat menarik dari hubungan ini. Untuk membangun sebuah motherboard, pabrikan dapat mengikuti standard proyek dari pabrikan chipset, yang disebut juga “reference design”, atau dapat juga membuat proyeknya sendiri, memodifikasi beberapa hal dalam rangka untuk memberikan kinerja atau fitur yang lebih baik.
North Bridge
Chip North Bridge disebut juga MCH (Memory Controller Hub) terhubung langsung kepada CPU dan memiliki fungsi:
  • Memory controller (*)
  • AGP bus controller (jika tersedia)
  • PCI Express x16 controller (jika tersedia)
  • Interface untuk transfer data dengan south bridge
(*) Kecuali untuk CPU socket 754, socket 939 dan socket 940 (CPU dari AMD seperti Athlon 64), karena pada CPU ini, memory terletak dalam CPU itu sendiri, tidak pada north bridge.
Beberapa chip north bridge juga mengontrol jalur PCI Express x1. Pada chipset PCI Express lainnya maka tugas South Bridge yang mengendalikan jalur PCI Express x1. Pada bahasan ini kita akan asumsikan bahwa south bridge adalah komponen yang bertanggung jawab untuk mengontrol jalur PCI Express, namun perlu diingat bahwa hal ini dapat memiliki banyak variasi tergantung pada model chipset.
Pada Gambar 3 dapat Anda lihat sebuah diagram yang menjelaskan tugas dari north bridge pada komputer.
gambar 3: North Bridge

Seperti yang dapat Anda lihat, CPU tidak mengakses langsung memory RAM atau video card, adalah north bridge yang bertugas mengakses peralatan-peralatan tersebut. Oleh karena itu, chip north bridge memiliki tugas vital dalam kinerja komputer. Jika chip north bridge memiliki memory controller yang lebih baik dari north bridge lainnya, maka kinerja komputer secara keseluruhan akan lebih baik. Itulah mengapa Anda dapat memiliki dua motherboard yang memiliki tipe prosessor sama dan menghasilkan kinerja yang berbeda.
Seperti yang dijelaskan, pada CPU Athlon 64, memory controller ditanamkan dalam CPU dan karenanya hampir tidak ada perbedaan kinerja diantara motherboard dari platform ini.
Semenjak memory controller terletak pada north bridge, maka chip ini yang membatasi tipe dan jumlah maksimum memory yang dapat Anda miliki dalam system (pada Athlon 64, CPU yang mengatur batasan-batasan ini).
Koneksi antara north bridge dan south bridge dilakukan melalui sebuah bus. Pada awalnya menggunakan PCI bus, namun kemudian digantikan dengan dedicated bus.
South Bridge
Chip south bridge juga disebut ICH (I/O Controller Hub) terhubung dengan north bridge dan bertugas untuk mengontrol peralatan I/O dan peralatan on-board, seperti:
  • Port drive hard disk (Port ATA Parallel dan Serial)
  • Port USB
  • Audio on-board (*)
  • LAN on-board (**)
  • PCI bus
  • Jalur PCI Express (jika tersedia)
  • Real Time Clock (RTC)
  • Memory CMOS
  • Peralatan legacy seperti interrupt controller dan DMA controller.
(*) Jika south bridge memiliki audio controller built-in, maka akan butuh sebuah chip eksternal yang disebut codec (kependekan dari coder/decoder) untuk dapat beroperasi.
(**) Jika south bridge memiliki network controller built-in, maka akan butuh chip eksternal yang disebut phy (kependekan dari physical) untuk dapat beroperasi.
South bridge juga dihubungkan dengan dua chip lainnya yang tersedia pada motherboard: chip ROM yang lebih dikenal dengan BIOS, dan chip Super I/O, yang bertugas mengontrol peralatan legacy seperti port serial, port parallel dan drive floppy disk.
Pada Gambar 4 dapat Anda lihat sebuah diagram yang menjelaskan aturan dari south bridge pada komputer.

Gambar 4: South Bridge

Seperti yang dapat Anda lihat, south bridge dapat mempengaruhi performa drive hard disk, komponen ini tidak mempengaruhi secara kritis performa komputer seperti north bridge. South bridge lebih menitikberatkan pekerjaannya pada fitur-fitur yang dimiliki motherboard Anda ketimbang performa komputer secara keseluruhan. South bridge yang mengatur jumlah (dan kecepatan) dari port USB dan jumlah juga tipe (regular ATA atau Serial ATA) dari port drive hard disk yang dimiliki motherboard Anda.
Inter-Bridge Architecture
Ketika konsep bridge mulai digunakan, komunikasi antara north bridge dan south bridge dilakukan melalui bus, sperti yang terlihat pada Gambar 5. Permasalahannya adalah bandwidth yang tersedia untuk PCI bus – 132 MB/s – dibagi-bagi antara semua peralatan PCI pada system dan peralatan yang terhubung dengan south bridge – khususnya drive hard disk. Pada saat itu, hal ini bukanlah suatu permasalahan, karena transfer rate maksimum hard drive hanya 8 MB/s dan 16 MB/s.
Gambar 5: Komunikasi antara north dan south bridge dengan menggunakan PCI bus

Namun ketika high-end video cards (pada waktu itu, video card adalah PCI) dan high-performance hard disk drive dikeluarkan, maka muncullah kekacauan. Kita ambil contoh pada drive hard disk modern ATA/133 yang secara teori memiliki rate transfer maksimum sama dengan PCI bus. Jadi secara teori sebuah hard drive ATA/133 akan menyedot seluruh bandwidth, memperlambat kecepatan komunikasi antara seluruh peralatan yang terhubung ke PCI bus.
Untuk high-end video cards, solusinya adalah dengan membuat sebuah bus baru yang terkoneksi secara langsung dengan north bridge, yang disebut AGP (Accelerated Graphics Port).
Solusi akhir datang ketika pabrikan chipset mulai menggunakan pendekatan baru: menggunakan sebuah dedicated high-speed bus antara north dan south bridge dan menghubungkan peralatan PCI bus ke south bridge.

Gambar 6: Komunikasi antara north dan south bridge dengan menggunakan dedicated bus

Ketika Intel mulai menggunakan arsitektur ini, maka bridges disebut dengan “hubs”, north bridge menjadi MCH (Memory Controller Hub) dan south bridge menjadi ICH (I/O Controller Hub). Ini hanyalah bagian dari nomenklatur dalam rangka untuk memudahkan mengenali arsitektur yang digunakan.
Proses penggunaan arsitektur baru yang digunakan motherboard pada saat ini, ketika CPU membaca data dari hard drive, data ditransfer dari hard drive kepada south bridge, kemudian ke north bridge (menggunakan dedicated bus) dan kemudian CPU (atau langsung ke memory, jika metode Bus Mastering – a.k.a DMA – sedang digunakan). Seperti yang Anda lihat, PCI bus tidak digunakan sama sekali pada transfer ini, yang tidak terjadi pada arsitektur sebelumnya.
Kecepatan dari dedicated bus ini tergantung pada model chipset. Contohnya, pada chipset Intel 925X, bus ini memiliki kecepatan transfer maksimum 2 GB/s. Pabrikan menyebut bus ini dengan nama yang bermacam-macam:
  • Intel: DMI (Direct Media Interface) atau Intel Hub Architecture (*)
  • ULi/ALi: HyperTransport
  • VIA: V-Link
  • SiS: MuTIOL (**)
  • ATI: A-Link atau PCI Express
  • NVIDIA: HyperTransport (**)
(*) Interface DMI adalah yang terbaru. digunakan pada chipset i915 dan i925 dan menggunakan dua jalur data terpisah, satu untuk transmisi data dan lainnya untuk penerima (full-duplex communication). Intel Hub Architecture, digunakan oleh chipset terdahulu, menggunakan jalur data yang sama untuk kedua transmisi dan penerimaan (half-duplex communication).
(**) Beberapa NVIDIA dan chipset SiS hanya menggunakan satu chip, contohnya fungsi baik north dan south bridge diintegrasikan ke dalam satu chip saja.
Pada Radeon Xpress 200 dari ATI, komunikasi antara north dan south bridge menggunakan dua jalur PCI Express. Hal ini tidak mempengaruhi performa sistem, karena tidak seperti PCI, bus PCI Express tidak dibagikan ke semua peralatan PCI Express. Ini merupakan solusi point-to-point, yang artinya bus hanya menghubungkan dua peralatan, yaitu receiver dan transmitter; tidak ada peralatan lain yang dapat disambungkan kepada koneksi ini. Satu jalur digunakan untuk transmisi data dan lainnya untuk penerimaan data (full-duplex communication).
HyperTransport bus juga menggunakan jalur data terpisah, satu untuk transmisi data dan lainnya untuk penerimaan (full-duplex communication).
Jika Anda ingin mengetahui lebih detil penjelasan mengenai chipset, buka saja website dari pabrikan chipset-nya. Anda bisa mendapatkan daftar pabrikan chipset dan website mereka di sini.
Mungkin Anda bertanya-tanya apakah “peralatan on-board PCI” yang ada pada Gambar 5 dan 6. Peralatan On-board seperti LAN dan audio dapat dikontrol oleh chipset (south bridge) atau oleh sebuah chip controller tambahan. Apabila metode kedua yang digunakan, maka chip controller ini terhubung ke PCI bus.

PabrikanWebisteDrivers
ALihttp://www.ali.com.twDrivers
ATIhttp://www.ati.comDrivers
Intelhttp://www.intel.comDrivers
nVidiahttp://www.nvidia.comDrivers
OPTihttp://www.opti-inc.comDrivers
SiShttp://www.sis.comDrivers
ULihttp://www.uli.com.twDrivers
Utronhttp://www.utron.com.twDrivers
VIAhttp://www.via.com.twDrivers
xProhttp://www.pcchips.comDrivers


READ MORE - TENTANG CHIPSET
SEO Tools by MessageForce